kesimpulan terhadap pembangunan tempat pemujaan dewa syiwa di canggal adalah
KESIMPULANKepercayaan pemujaan Dewa dan leluhur sudah ada sejak lama di daerah aslinya yaitu Tiongkok. Bentuk pemujaan terhadap Dewa dan leluhur mereka diwujudkan dalam perayaan atau upacara persembahyangan. Perayaan-perayaan dalam kebudayaan masyarakat Tionghoa bersembahyang di ruangan khusus tempat Embah Jago, Embah Jagakarsa, Embah
Padaabad ke-7 ini, orang Tionghoa mencatat bahwa terdapat dua kerajaan yaitu Malayu dan Kedah menjadi bagian kemaharajaan Sriwijaya. Berdasarkan prasasti Kota Kapur yang berangka tahun 686 ditemukan di pulau Bangka, kemaharajaan ini telah menguasai bagian selatan Sumatera, pulau Bangka dan Belitung, hingga Lampung.
26 tempat suci untuk pemujaan dewa amon ra dimesir yg tersebar dan terindah berupa kuil yaitu; 27. salah satu yupa yang di temukan mengenai tempat suci yang berarti tempat pemujaan dewa siwa adalah; 28. alasan pembangunan tempat pemujaan dewa siwa di canggal adalah 29.
Pantheonyang di Roma jelas berbeda dengan tempat wisata di Perancis yang juga memiliki nama yang sama. Pantheon pada zaman Romawi digunakan sebagai tempat pemujaan dewa-dewi berikut ini: Vista - Dewi Kesehatan dan Rumah Tangga. Nama "Pantheon" berasal dari istilah Yunani "Pantheion" yang berarti "rumah para dewa.".
Bait2-6: Pujaan terhadap Dewa Siwa, Dewa Brahma, dan Dewa Wisnu Bait 7 : Pulau Jawa yang sangat makmur, kaya akan tambang emas dan banyak menghasilkan padi. Di pulau itu didirikan candi Siwa demi kebahagiaan penduduk dengan bantuan dari penduduk Kunjarakunjadesa
Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd.
kesimpulan terhadap pembangunan tempat pemujaan dewa syiwa di canggal adalah