kisah sahabat nabi abu dujanah dan pohon kurma

Liputan6com, Jakarta Pada masa Nabi Muhammad SAW, terdapat seorang sahabat bernama Abu Dujanah. Setiap usai menjalankan ibadah salat berjamaah subuh bersama Baginda Nabi, Abu Dujanah selalu tidak sabar. Ia terburu-buru pulang tanpa menunggu pembacaan doa yang dipanjatkan Rasulullah selesai. Hadisini tampaknya secara praktik sangat tersambung dan sesuai dengan kisah salah satu sahabat Nabi yang namanya tidak terlalu populer. Jarang disebut dan terdengar di antara kita, yaitu Abu Dujanah. Nama aslinya Simak bin Kharasah al-Anshari. Dia tinggal di Madinah bersama keluarganya. ANASbin Malik berkata, Abi Thalhah (Zaid bin Sahl) adalah sahabat Anshar yang paling banyak memiliki pohon kurma. Kebun yang paling ia sukai adalah Bayruha', sebuah kebun yang menghadap ke arah masjid. Rasulullah biasa masuk ke dalamnya dan berteduh di sana serta minum dari airnya. Kemudian turun arah masjid. Kemudian turun ayat, Jakarta- . Azan ditujukan sebagai pengingat lima waktu shalat wajib dalam Islam. Kumandang azan juga menjadi panggilan untuk umat Islam agar segera salat, dan menunaikannya secara berjamaah. Lafal azan memuat lafaz akidah yakni takbir, syahadat atau ikrar, seruan untuk salat, serta ajakan untuk berbahagia. Ubadahbin ash-Shamit (bahasa Arab: عبادة بن الصامت, wafat 34 H/655 M), atau lengkapnya Abul Walid Ubadah bin ash-Shamit bin Qais al-Anshari al-Khazraji, adalah salah seorang Sahabat Nabi yang terkemuka dari kalangan Bani Khazraj. Ubadah adalah salah seorang pemimpin kaum Anshar dalam Baiat Aqabah I.. Pada masa hijrah di Madinah, Ubadah dipersaudarakan dengan Abu Martsad al Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd.

kisah sahabat nabi abu dujanah dan pohon kurma